Proses penyortiran telur puyuh secara manual sering kali menghadapi kendala, terutama dalam membedakan kualitas telur berdasarkan bintik-bintik pada cangkangnya. Hal ini membuat proses tersebut menjadi kurang efektif dan cenderung tidak akurat. Untuk mengatasi tantangan ini, dikembangkanlah sebuah sistem penyortiran telur puyuh berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini dirancang agar dapat memantau dan mengelola parameter seperti berat, kualitas, dan kuantitas telur secara real-time dari jarak jauh melalui perangkat lunak Blynk. Sistem ini menggunakan kombinasi mikrokontroler ESP32 dengan sensor warna TCS3200, load cell, dan sensor LDR. Dengan integrasi berbagai sensor tersebut, perangkat mampu mendeteksi berat, kondisi permukaan, serta jumlah telur yang diuji. Dalam pengujian terhadap 30 butir telur, sistem berhasil mengidentifikasi 18 telur sebagai telur baik, 7 sebagai telur buruk, dan 5 telur tidak terdeteksi. Berdasarkan hasil tersebut, tingkat keberhasilan sistem dalam mendeteksi kualitas telur puyuh mencapai 83,33%. Capaian ini menunjukkan bahwa sistem penyortiran berbasis IoT ini cukup efektif untuk diterapkan dalam proses seleksi telur secara otomatis.
Copyrights © 2025