Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan potret perkembangan Mockup Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Fokus penelitian diarahkan pada penerapan prinsip koperasi, tingkat partisipasi anggota, tata kelola organisasi, inovasi, serta dukungan program pemerintah dan potensi lokal dalam mendorong kemandirian koperasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kopdes Merah Putih di Samarinda lebih progresif dalam digitalisasi dan penguatan jejaring usaha UMKM, sedangkan di Kutai Kartanegara lebih menitikberatkan pada sektor pertanian dan kebutuhan dasar anggota. Partisipasi anggota cukup aktif dalam kegiatan operasional, meskipun keterlibatan dalam pengambilan keputusan strategis masih terbatas. Tata kelola koperasi telah mulai menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, meski masih perlu penguatan, terutama dalam aspek digitalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kopdes Merah Putih berpotensi menjadi model koperasi desa modern apabila didukung dengan peningkatan kapasitas anggota, tata kelola yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital.
Copyrights © 2025