Rendahnya motivasi belajar siswa menjadi tantangan serius dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama di tingkat sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa di SMAN 1 Ciawigebang. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi enam siswa dan satu guru Bimbingan Konseling (BK) yang dianggap relevan dengan fenomena yang diteliti. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa rendahnya motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kurangnya rasa percaya diri dan minat belajar, serta faktor eksternal, seperti minimnya dukungan keluarga, metode pengajaran yang monoton, dan tekanan akademik maupun sosial. Analisis berdasarkan Self-Determination Theory dan Expectancy-Value Theory menunjukkan bahwa tidak terpenuhinya kebutuhan dasar psikologis siswa serta rendahnya persepsi nilai belajar berdampak pada turunnya motivasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya holistik dalam meningkatkan motivasi belajar, yang melibatkan strategi pembelajaran inovatif, penguatan peran orang tua, serta layanan konseling yang mendukung kebutuhan psikologis siswa. Rekomendasi penelitian ini mencakup penerapan program intervensi multidimensional untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan motivasi siswa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025