Perubahan tutupan lahan di Sub DAS Cikamiri berdampak pada erosi, limpasan permukaan, longsor dan banjir. Akibat dari perubahan penggunaan lahan, Sungai Cikamiri mengalami peningkatan tinggi muka air (TMA) dengan tinggi dari 0.7 m menjadi 1.5 m sehingga mengakibatkan volume air di muara Sungai Cikamiri bertambah dan menyebabkan banjir yang membuat TPT ambruk di tahun 2023 hingga masuk ke ruas jalan. Diperlukan penelitian mengenai kebutuhan pengelolaan lahan yang tepat berdasarkan pengalaman dan keikutsertaan masyarakat pada wilayah Sub DAS Cikamiri sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengolaan tutupan lahan daerah aliran sungai menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menyederhanakan proses penetapan prioritas untuk banyak objek dengan membandingkan beberapa objek referensi, menghindari distorsi dan masalah pembalikan peringkat. Kriteria atau faktor yang mempengaruhi penentuan prioritas pada penelitian ini adalah potensi limpasan permukaan, potensi erosi, potensi longsor dan potensi banjir. Sehingga menghasilkan tiga alternatif, yaitu Eksisting tanpa intervensi, rencana tata ruang wilayah dan konservasi tanah dan air. Hasil penelitian menunjukkan prioritas alternatif pengelolaan tutupan lahan Sub DAS Cikamiri konservasi tanah dan air (nilai prevalensi 56.4%) memiliki peringkat prioritas tertinggi yang berpengaruh terhadap kejadian erosi, limpasan permukaan, longsor dan banjir karena diperlukan perbaikan tutupan lahan dan pengoptimalan tutupan lahan yang memiliki potensi ekologis di Sub DAS Cikamiri sehingga bisa optimal, baik dalam sisi ekonomi atau ekologis. Prioitas kedua diikuti oleh alternatif perencanaan tata ruang wilayah pada bidang ekologis (nilai prevalensi 36.2%) yang memiliki potensi peningkatan ekologis dan ekonomi yang baik. Rekomendasi konservasi tanah dan air yang bisa dilakukan di daerah hulu adalah agroforestri, silvikultur dan terasering.
Copyrights © 2025