Pembelajaran yang masih bersifat konvensional dimana guru masih berpatokan pada buku pegangan guru dalam menjelaskan materi pembelajaran dan pemberian tugas, serta kurangnya pemanfaatan teknologi dan pemberian stimulus seperti games, ice breaking, media pembelajaran mengakibatkan siswa kurang terlibat aktif sehingga membuat siswa merasa bosan dan kurang tertarik akan kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kevalidan produk pengembangan media dan keterterapan produk media maze game denah wilayah berbasis PowerPoint untuk siswa kelas III sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari analysis (analisis), design (perencanaan), development (pengembangan), implementation (implementasi), evaluation (evaluasi). Instrumen yang digunakan yaitu angket validasi ahli media, ahli materi, dan lembar observasi keterterapan media. Kriteria dari validasi ahli media diperoleh presentase rata-rata 93% termasuk kategori sangat valid. Kriteria dari validasi ahli materi diperoleh presentase rata-rata 89% termasuk kategori sangat valid. Kriteria lembar observasi keterterapan media pada uji coba kelompok kecil memperoleh skor 89% termasuk kategori dapat diterapkan dengan sangat baik. Kriteria lembar observasi keterterapan media pada uji coba lapangan memperoleh skor 96% termasuk kategori dapat diterapkan dengan sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media maze game denah wilayah berbasis PowerPoint valid dan dapat diterapkan dalam pembelajaran.
Copyrights © 2025