Penelitian ini berfokus pada dilema pelestarian budaya di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi, terutama pada upacara pernikahan adat Gayo, yang dikenal sebagai sinte mungerje. Meskipun masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah masih mempertahankan nilai-nilai budayanya, ditemukan bahwa sebagian dari mereka kehilangan pemahaman rinci tentang tahapan dan makna dari upacara pernikahan adat tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan atau pergeseran yang terjadi dalam proses Perkawinan Adat Gayo di wilayah tersebut.Permasalahan penelitian mencakup proses Perkawinan Adat Gayo, faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dalam proses tersebut, dan upaya pemerintah dalam melestarikan adat Gayo khususnya dalam konteks pernikahan di Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melibatkan observasi dan dokumentasi di lapangan.Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran dalam prosesi pernikahan adat Gayo yang terancam oleh perkembangan zaman yang semakin maju. Banyak calon pengantin yang mencampurkan adat dalam prosesi pernikahan mereka. Namun, pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terlibat dalam upaya melestarikan adat Gayo, termasuk melakukan sosialisasi dan mendorong pelaksanaan pernikahan adat yang tetap konsisten dengan nilai-nilai budaya setempat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk pemahaman tentang dinamika perubahan budaya dan upaya pelestarian di tengah tantangan zaman.
Copyrights © 2023