Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah di Indonesia. Peningkatan kasus terjadi saat musim penghujan tiba. Salah satu upaya pemberatasan penyakit ini adalah dengan mengendalikan vector yaitu nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian vektor dengan kimia menggunakan insektisida mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan. Pemakaian ovitrap adalah salah satu upaya untuk pengendalian vector DBD. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Cairan yang diuji dalam penelitian ini antara lain, rendaman jerami, rendaman limbah pati onggok, cairan fermentasi limbah onggok dan air sumur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi limbah pati onggok (Arenga pinnata) sebagai atractan pada perangkap nyamuk (ovitrap) dan membandingkan dengan air rendaman jerami. Hasil penelitian air rendaman jerami menjadi cairan atraktan yang efektif untuk mengundang nyamuk agar bertelur. Air rendaman onggok dan fermentasi onggok tidak efektif sebagi atraktan oviposisi tetapi efektif dalam mencegah telur menetas menjadi larva nyamuk.
Copyrights © 2025