Isu keberlanjutan menuntut organisasi mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam kebijakan serta praktik. Di Indonesia, penerapan Environmental Management Accounting (EMA) masih terbatas, khususnya di sektor publik dan UMKM. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi akuntansi hijau syariah serta dampaknya terhadap kinerja keberlanjutan di Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan explanatory sequential mixed-method dengan survei kuantitatif dan wawancara kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa tekanan institusional, kapabilitas organisasi, dan orientasi Maqāṣid al-Sharī‘ah berpengaruh signifikan terhadap implementasi akuntansi hijau syariah, di mana orientasi Maqāṣid memiliki peran dominan. Hambatan utama adalah rendahnya literasi EMA, ketiadaan pedoman teknis berbasis syariah, dan keterbatasan dukungan teknologi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model tata kelola akuntansi hijau syariah berbasis kota yang mengintegrasikan EMA dan nilai-nilai Maqāṣid al-Sharī‘ah. Kontribusi teoretis memperkaya Stakeholder Theory dan Institutional Theory, sedangkan kontribusi praktis berupa rekomendasi kebijakan, scorecard, dan panduan implementasi yang dapat direplikasi di daerah lain.
Copyrights © 2025