Tahu merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena kandungan gizinya yang tinggi dan proses pembuatannya yang relatif mudah. Proses pemotongan tahu secara manual pada UMKM Bu Hj. Handayani di Ungaran masih dilakukan menggunakan pisau dapur dan tongkat kayu sebagai alat ukur, sehingga kurang efisien dan menyebabkan kelelahan fisik pada pekerja akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat pemotong tahu berbasis pneumatik yang tidak terpakai melalui pendekatan Reverse Engineering, guna meningkatkan efisiensi kerja dan kenyamanan operator. Data antropometri dikumpulkan dari sepuluh pekerja untuk memastikan kesesuaian desain alat dengan karakteristik tubuh pengguna. Hasil perancangan menunjukkan peningkatan presisi pemotongan, pengurangan waktu kerja, serta penurunan potensi kelelahan fisik. Desain yang diusulkan mempertimbangkan aspek ergonomi, material food-grade, dan kestabilan mekanis, sehingga dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan kerja di industri rumah tangga tahu.
Copyrights © 2025