Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. Kalosara, sebagai simbol adat masyarakat Tolaki, memiliki nilai-nilai fundamental seperti musyawarah, keadilan, dan keseimbangan yang berperan dalam menjaga harmoni sosial. Nilai-nilai ini selaras dengan konsep teologi perdamaian yang menekankan rekonsiliasi, kasih, dan keadilan dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Kalosara dan teologi perdamaian dalam memperkuat kesatuan bangsa guna menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis literatur, penelitian ini menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai Kalosara dan teologi perdamaian dapat menjadi strategi efektif dalam membangun harmoni sosial. Implementasi prinsip musyawarah mufakat, toleransi, serta penghormatan terhadap keberagaman dapat mencegah konflik dan menciptakan tatanan sosial yang adil. Dengan demikian, pemanfaatan kearifan lokal dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan berbangsa berpotensi memperkuat persatuan dan membangun masa depan Indonesia yang damai dan sejahtera.
Copyrights © 2025