Kepemimpinan gereja kontemporer sering kali dihadapkan pada tantangan eksploitasi, otoritarianisme, dan ketidakpedulian terhadap kaum lemah, yang mencerminkan kegagalan serupa dengan kritik Yehezkiel terhadap pemimpin Israel. Penelitian ini bertujuan menjelaskan paradigma dan mengeksplorasi prinsip teologis kepemimpinan yang peka sosial dalam Yehezkiel 34 sebagai solusi transformatif bagi gereja masa kini. Penelitian kualitatif ini menggunakan analisis eksegesis historis-gramatikal terhadap teks Yehezkiel 34, studi teologi sistematis Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, serta analisis kontekstual terhadap kasus kepemimpinan gereja masa kini. Data dikumpulkan dari sumber primer: Alkitab, komentar teks dan sekunder (literatur teologis). Hasil penelitian ini memberikan kerangka teoritis dan praktis untuk membangun kepemimpinan gereja peka sosial yang berintegritas, bertanggung jawab, dan adil.
Copyrights © 2025