Lirik lagu dengan berbagai genre apapun seringkali menjadi sarana untuk menyampaikan pesan sosial termasuk kritik di dalam berbagai aspek kehidupan seperti ketidakadilan, masalah sosial, kemanusiaan termasuk menyentuh pada ranah instansi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang kritik sosial yang direpresentasikan melalui lirik lagu "Bayar, Bayar, Bayar" karya Sukatani. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan analisis semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini berfokus kepada aspek penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam judul lirik tersebut berupa ungkapan kritik kepada kepolisian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna Penanda (signifier) dan petanda (signified) pada frase repetitif “bayar polisi” yang ada pada lirik lagu Sukatani memberikan ritme sekaligus sindiran berupa kritik sosial dan memperkuat kesan bahwa segala sesuatu yang melibatkan kepolisian berujung pada pembayaran informal.
Copyrights © 2025