Penelitian ini mengkaji penyebab kurangnya wadah seni teater di Kabupaten Tuban, dampaknya terhadap masyarakat, dan upaya pengembangan seni teater di daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun seni teater memiliki potensi besar sebagai media pendidikan dan pelestarian budaya lokal, berbagai kendala seperti minimnya dukungan pemerintah, kurangnya infrastruktur yang memadai, serta rendahnya apresiasi masyarakat terhadap seni teater menjadi faktor utama yang menghambat perkembangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan pelaku seni teater, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah setempat, serta observasi langsung terhadap praktik seni teater di Kabupaten Tuban. Temuan penelitian menunjukkan perlunya kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seni teater. Dengan adanya kebijakan yang mendukung, pelatihan intensif, serta penyelenggaraan festival seni teater, seni teater di Kabupaten Tuban diharapkan dapat berkembang, memperkaya kebudayaan lokal, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seni dalam kehidupan.
Copyrights © 2025