Prioritas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025

Desa Hulawa Menuju Zero Stunting: Penyuluhan Pencegahan Stunting Kepada Ibu Hamil Dan Balita

Tahir, Hartati (Unknown)
Alinti, Irawati (Unknown)
Latief, Yenni (Unknown)
Mohammad, Irfan (Unknown)
Sunge, Arman (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Oct 2025

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai persentase anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus dua (<-2) dan minus tiga (-3) stunting kronis diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO. Angka stunting di Provinsi Gorontalo menunjukkan tren penurunan sepanjang tahun 2007 (39,9%), tahun 2013 (38,92%) dan sampai dengan tahun 2018 (32,5%) berdasarkan hasil Riskesdas. Memasuki tahun 2019  angka stunting kembali meningkat yakni (34,89%) hasil SSGBI 2019. Survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 dan tahun 2022 mencatat terjadi tren penurunan stunting (23,8%) dari tahun sebelumnya (29%) atau turun 5,2%. Hasil SKI tahun 2023 angka stunting di Provinsi Gorontalo kembali meningkat dari (23,8%) menjadi 26,9% atau naik (3,1%). Desa Hulawa sebagai salah satu desa di Kabupaten Gorontalo juga menghadapi tantangan serupa, di mana Faktor yang menjadi penyebab utama dari balita stunting asupan nutrisi yang tidak optimal dan kebutuhan nutrisi yang meningkat akibat penyakit atau karena infeksi dan sakit yang berulang. Stunting bisa dicegah secara dini jika penderita masih berusia dibawah dua tahun. Faktor determinan termasuk Pola asuh : Kurangnya pengetahuan dan praktik   pengasuhan yang baik, Sanitasi : Akses sanitasi yang buruk dan kebersihan lingkungan yang rendah, Asupan Gizi : Kekurangan gizi pada ibu hamil dan balita, dan Layanan Kesehatan : Terbatasnya akses dan kualitas layanan  kesehatan.. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi kelompok, pelatihan, serta pendampingan masyarakat dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai Pentingnya pencegahan stunting, keterlibatan aktif tokoh agama, kader PKK, dan pemuda dalam merancang langkah pencegahan, serta komitmen pemerintah desa untuk mengintegrasikan isu pencegahan stunting dalam kebijakan pembangunan desa. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil memperkuat kesadaran kolektif warga dan membangun dasar bagi terwujudnya Desa Hulawa sebagai desa sehat zero stunting. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

Prioritas

Publisher

Subject

Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Engineering Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal ini dikelola oleh Lembaga penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Harapan Medan. Untuk mempublikasikan tulisan dan artikel pengabdian masyarakat yang telah dilakukan agar dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara ...