Pendahuluan: Penyakit stroke merupakan penyebab kematian nomor dua dan salah satu penyebab utama disabilitas di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan salah satu komponen faktor risiko stroke, yaitu profil lipid, terhadap lama rawat inap pasien stroke infark. Metode: Penelitian dilakukan secara observasional analitik menggunakan data rekam medis 385 pasien stroke infark di RSUD dr. Moewardi periode tahun 2022 – 2023. Hasil: Ditemukan perbedaan yang signifikan antara rata-rata kadar total kolesterol, LDL-C, dan HDL-C pasien yang dirawat < 7 hari dengan ≥ 7 hari. Pasien yang dirawat < 7 hari cenderung memiliki kadar lipid yang lebih tinggi (total kolesterol = 187,12 mg/dL; LDL-C = 125,94 mg/dL; HDL-C = 41,10 mg/dL) dibandingkan pasien yang dirawat ≥ 7 hari (total kolesterol = 176,64 mg/dL; LDL-C = 117,49 mg/dL; HDL-C = 37,97 mg/dL). Pasien yang dirawat < 7 hari juga cenderung tidak memiliki komplikasi serta memiliki skor NIHSS yang lebih rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar total kolesterol, LDL-C, dan HDL-C terhadap lama rawat inap pasien stroke infark. Selain itu, skor NIHSS dan keberadaan komplikasi juga memiliki hubungan terhadap lama rawat inap pasien.
Copyrights © 2025