Penelitian ini menganalisis kinerja manajemen konstruksi pada proyek gedung di sebuah Perguruan Tinggi XYZ dengan menggunakan kerangka POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Metode kuantitatif diterapkan melalui kuesioner yang diisi oleh 45 responden. Analisis deskriptif dan teknik pemeringkatan menunjukkan bahwa pada aspek sistem kerja manajemen konstruksi, Planning menjadi elemen paling dominan, diikuti Organizing dan Controlling, sementara Actuating berada di posisi terakhir. Untuk aspek pengendalian waktu, biaya, dan mutu, Controlling menempati peringkat teratas, menegaskan perlunya pengawasan ketat untuk menjaga kesesuaian dengan rencana. Rekomendasi meliputi peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan, pemanfaatan teknologi monitoring real-time untuk deteksi dini penyimpangan, serta penerapan analisis risiko menyeluruh sejak tahap awal perencanaan guna mengantisipasi kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan proyek. Dengan pendekatan manajemen yang terpadu, diharapkan proyek konstruksi di sektor pendidikan dapat selesai tepat waktu, sesuai anggaran, dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
Copyrights © 2025