Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa di kampus keagamaan di Mataram menegosiasikan batas gender dalam komunikasi interpersonal mereka. Menggunakan pendekatan studi fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman dan makna yang diberikan oleh mahasiswa terhadap interaksi lintas gender dalam ruang nilai religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar mahasiswa laki-laki dan perempuan sangat dipengaruhi oleh norma-norma keagamaan yang mengatur batasan dalam berinteraksi, baik secara verbal maupun nonverbal. Negosiasi batas gender bersifat dinamis dan kontekstual, menyesuaikan situasi akademik dan sosial, serta menjadi sarana pembentukan identitas dan solidaritas sosial. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman komunikasi interpersonal dalam konteks pendidikan tinggi berbasis agama
Copyrights © 2025