Sound horeg merupakan tradisi budaya di Jawa Timur yang kerap dimanfaatkan dalam berbagai perayaan hiburan. Namun, penggunaan yang melibatkan suara tinggi dan bass berlebihan dapat menyebabkan dampak medis dan sosial. Dari sudut pandang medis, eksposur terhadap suara dengan tingkat intensitas di atas 85 desibel dapat mengakibatkan masalah pendengaran, stres, hipertensi, serta gangguan tidur. Studi hadis menunjukkan bahwa perilaku yang mengganggu orang lain, campurnya pria dan wanita tanpa batas, berpakaian ketat, serta mengabaikan ibadah dilarang dalam Islam. Suara bising tidak diizinkan jika dilakukan di tempat umum dengan keadaan yang melanggar norma agama dan kesehatan. Sebaliknya, sound horeg diizinkan jika dilaksanakan di area terbuka dengan pemisahan jenis kelamin, berpakaian sopan, menghentikan sementara untuk beribadah, serta mengatur volume sesuai batas kesehatan. Pendekatan ini menggabungkan nilai-nilai agama dan kesehatan untuk mendukung tradisi yang aman serta bertanggung jawab.
Copyrights © 2025