Seiring dengan meningkatnya aktivitas industri, pengelolaan limbah industri seperti terak baja/slag dan las karbit, menjadi tantangan sekaligus peluang dalam menciptakan solusi konstruksi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah-limbah tersebut sebagai bahan utama dan bahan tambah dalam pembuatan paving slag. Penelitian ini menggunakan limbah terak baja dari industri peleburan di Klaten serta limbah las karbit dari Yogyakarta dengan variasi karbit 0%, 3%, 6%, dan 9%, yang diuji terhadap sifat tampak dan daya serap air. Hasil menunjukkan bahwa penambahan limbah karbit pada paving slag dengan campuran 1 semen : 3 pasir : 2 terak baja mampu mengurangi nilai penyerapan air. Nilai penyerapan air dari paving slag karbit 0%, 3%, 6%, 9% berturut-turut adalah sebagai berikut 7,33%; 6,86%, 5,06%, 2,68%. Paving slag las karbit memilik warna yang tidak jauh beda dengan paving block biasanya yaitu gelap keabu-abuan. Studi ini menegaskan potensi pemanfaatan limbah industri sebagai bahan konstruksi ramah lingkungan, meskipun diperlukan optimalisasi lebih lanjut dalam teknik pemadatan dan pencampuran material.
Copyrights © 2025