Manajemen kas yang efektif (baik pemasukan maupun pengeluaran kas) sangat penting bagi keberlanjutan dan pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM). Dengan manajemen kas yang baik, UMKM dapat menghindari masalah likuiditas, membuat keputusan strategis yang tepat, dan memastikan kelangsungan bisnis mereka dalam jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana manajemen kas diterapkan pada UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dari sembilan UKM di Kabupaten Purwokerto Utara, masing-masing dengan omzet lebih dari Rp. 15 juta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kas oleh pemilik UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas relatif baik. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa sebagian besar pemilik UKM merencanakan, memantau, dan mengendalikan pendapatan dan pengeluaran mereka. Namun, pengawasan oleh sebagian besar pemilik UMKM masih terbatas pada pencatatan manual sederhana penerimaan dan penarikan dalam buku besar. Oleh karena itu, pencatatan ini belum memenuhi Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku bagi UMKM. Lebih lanjut, penelitian ini dapat menjadi dasar bagi UMKM kuliner untuk mulai menerapkan perangkat lunak akuntansi yang memudahkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Penggunaan perangkat digital ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi akuntansi keuangan, sehingga mendukung pengelolaan keuangan dan pengembangan bisnis yang lebih baik.
Copyrights © 2025