Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di kawasan urban dan semiurban yang mengalami tekanan konversi lahan serta penurunan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Di Kecamatan Tomohon Selatan, luas lahan pertanian kini tersisa sekitar 325 hektare (BPS, 2023), dan hanya kurang dari 15% generasi muda usia 18–30 tahun yang terlibat aktif di sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran budidaya hidroponik sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan dan mendorong regenerasi petani muda di Kelurahan Tondangow. Program dilaksanakan oleh PLN Indonesia Power UBP Kamojang UP PLTP Lahendong melalui tahapan penyuluhan, pelatihan teknis, serta distribusi sarana produksi hidroponik sederhana. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, FGD, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas teknis warga (pengetahuan naik 40%), produksi rata-rata 2,5 kg/rak/siklus, serta partisipasi pemuda mencapai 45% dari peserta. Budidaya hidroponik terbukti menjadi pendekatan relevan dalam memperkuat ketahanan pangan lokal dan regenerasi petani muda di wilayah urban-semiurban.
Copyrights © 2025