Beras merupakan makanan pokok bagi mayoritas masyarakat di Asia Tenggara khususnya Indonesia, sebagai negara agraris yang memiliki lahan luas Indonesia belum bisa 100% memproduksi bahan pangannya sendiri. Indonesia memiliki sumber pangan lokal yang kaya kandungan gizi seperti tanaman serealia, namun bahan pangan non beras tersebut kurang di minati sebagai makanan pokok di bandingkan dengan beras. Maka dari itu perlu terciptanya inovasi baru untuk mengolah bahan pangan lokal non beras menjadi beras analog dengan kemiripan karakteristik seperti beras padi. Teknologi Ekstrusi merupakan inovasi baru dalam pembuatan beras analog dengan hasil karakteristik beras analog mirip dengan beras padi dengan mengontrol parameter pada alat ekstruder seperti suhu, kecepatan ulir dan parameter lain seperti komposisi bahan yang di gunakan. Studi menunjukkan bahwa beras analog teknoogi ekstrusi dari bahan pangan tanaman serealia seperti jagung, sorgum, jawawut, dan jelai memiliki kandungan gizi yang baik dengan kadar air sebesar 5,71% - 11,90%, kadar protein 2,29% - 12,90%, kadar karbohidrat 67,10% - 92,83%, kadar lemak 0,74%- 5,10%, dan kadar serat 2,60% - 7,40%. Dengan teknologi ini dan bahan pangan lokal tanaman serealia akan memperluas peluang diversifikasi bahan pangan lokal sebagai pengganti beras dengan gizi yang baik.
Copyrights © 2025