Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi pariwisata Kabupaten Lembata yang besar namun belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Permasalahan utama terletak pada keterbatasan alokasi dan realisasi anggaran, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta kurang optimalnya peran masyarakat dalam perencanaan strategis pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan keuangan daerah pada sektor pariwisata serta implikasinya terhadap pembangunan pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan analisis dokumen terhadap data APBD, laporan resmi pemerintah, serta literatur akademik periode 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi anggaran pariwisata masih rendah (1,2 sampai 3 persen dari total belanja daerah) dan cenderung fluktuatif, sehingga tidak mampu mendukung program jangka panjang. Meski kontribusi PAD dari pariwisata relatif kecil, dampak ekonominya cukup signifikan melalui peningkatan UMKM, penyerapan tenaga kerja, serta pelestarian budaya lokal. Kesimpulannya, tata kelola keuangan publik yang transparan, partisipatif, dan berbasis potensi lokal menjadi kunci dalam mewujudkan pariwisata Lembata yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Copyrights © 2026