Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Literasi Keuangan Bagi UMKM Sosial Melalui Workshop Pencatatan Keuangan dan Perencanaan Anggaran Sederhana di Desa Pariti, Kabupaten Kupang Pah, Viany Cecilia; Awan Sutrisno; Maria Sisilia Lou Kelen; Wizaldy Fabiano Hilnicputro; Muhammad Kadri; Marsianus Mario Frederikus Hanmina; Katriela Mura; Antonius Leonardo Antjak
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 5 No. 1 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v5i1.12338

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan para pelaku UMKM sosial melalui pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan serta penyusunan anggaran sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada komunitas UMKM di Desa Pariti, Kabupaten Kupang, dengan metode pendekatan partisipatif dan praktik langsung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya pencatatan keuangan dan kemampuan menyusun anggaran bulanan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong praktik pengelolaan keuangan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan pada UMKM berbasis komunitas.
Pengelolaan Makanan Halal dalam Perspektif Al-Baqarah Ayat 168: Relevansi Teoritis bagi Komunitas Pantai Kupang Awan Sutrisno; Muhammad Kadri
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i2.97-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pengelolaan makanan halal berdasarkan Al-Baqarah ayat 168 dan menganalisis relevansinya bagi komunitas kawasan pantai Kupang. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur, mengandalkan sumber-sumber primer seperti Al-Qur'an, kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur tentang prinsip makanan halal dan karakteristik sosial masyarakat pesisir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Baqarah ayat 168 menekankan pentingnya konsumsi makanan yang halal dan thayyib sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah dan penjagaan terhadap kesehatan jiwa dan raga. Dalam konteks komunitas pantai Kupang, pengelolaan makanan halal menjadi relevan mengingat keberagaman budaya, potensi wisata kuliner laut, serta tantangan pengawasan terhadap kehalalan produk makanan. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan kesadaran halal melalui pendidikan masyarakat, pelabelan produk, dan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan konsep halal food management di kawasan pesisir Indonesia.
Manajemen Keuangan dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Lembata Katriela Mura; Awan Sutrisno
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): Januari (Article in progress)
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v3i1.68-81

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi pariwisata Kabupaten Lembata yang besar namun belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Permasalahan utama terletak pada keterbatasan alokasi dan realisasi anggaran, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta kurang optimalnya peran masyarakat dalam perencanaan strategis pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan keuangan daerah pada sektor pariwisata serta implikasinya terhadap pembangunan pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan analisis dokumen terhadap data APBD, laporan resmi pemerintah, serta literatur akademik periode 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi anggaran pariwisata masih rendah (1,2 sampai 3 persen dari total belanja daerah) dan cenderung fluktuatif, sehingga tidak mampu mendukung program jangka panjang. Meski kontribusi PAD dari pariwisata relatif kecil, dampak ekonominya cukup signifikan melalui peningkatan UMKM, penyerapan tenaga kerja, serta pelestarian budaya lokal. Kesimpulannya, tata kelola keuangan publik yang transparan, partisipatif, dan berbasis potensi lokal menjadi kunci dalam mewujudkan pariwisata Lembata yang berkelanjutan dan berdaya saing.