Keberhasilan peningkatan penggunaan uang elektronik dimasyarakat tidak terlepas dari kepercayaan individu dalam menggunakan uang elektronik yang dipengaruhi oleh Komponen Kognitif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ketidakseimbangan penyebaran jumlah instrument uang elektronik antar wilayah di IndonesiaKetidakseimbangan antara jumlah permintaan dan penawaran terhadap uang antar wilayah di Indonesia. Penelitian dilaksanakan di Jakarta menggunakan data Sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia. Populasi dari penelitian ada data uang elektronik di Indonesia mulai dari tahun Jauari 2020 – sampai dengan Desember 2024 (60 Bulan). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan peningkatan penggunaan uang elektronik dimasyarakat tidak terlepas dari kepercayaan individu dalam menggunakan uang elektronik yang dipengaruhi oleh Komponen Kognitif, Komponen Afektif dan Komponen Perilaku. Namun adanya pembatasan mobilitas selama masa pandemi menjadi akselator yang signifikan dalam penggunaan uang elektronik. Masyarakat lebih memilih pembayaran nontunai untuk menghindari kontak fisik selama masa pandemi. Terdapat disparitas yang cukup mencolok pada jumlah instrumen uang elektronik di Jakarta dibanding provinsi lainnya dan terdapat perbedaan yang cukup substansial mengenai aktivitas penggunaan uang elektronik
Copyrights © 2025