Kebijakan ketahanan energi pangan Indonesia dilatarbelakangi oleh peningkatan kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim. Program food estate diluncurkan sebagai solusi strategis, terutama di Kalimantan Tengah, namun keberhasilannya memerlukan sinergi pusat-daerah melalui devolusi kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur untuk menganalisis bentuk dan dampak devolusi terhadap pengelolaan energi pangan. Hasil studi menunjukkan bahwa devolusi kebijakan mendukung efektivitas pengelolaan lahan gambut dan meningkatkan partisipasi masyarakat, meskipun tantangan ekologis dan sosial tetap ada. Peralihan dari pendekatan sentralistik ke partisipatif memperkuat ketahanan pangan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025