Ketahanan pangan merupakan tantangan global yang mencakup ketersediaan, akses, pemanfaatan gizi, serta keberlanjutan pasokan. Di wilayah pedesaan Indonesia, permasalahan ini semakin kompleks karena keterbatasan sumber daya, rendahnya literasi, dan minimnya akses teknologi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi strategi pemberdayaan masyarakat Desa Sitirejo melalui integrasi budidaya ikan lele dan pengembangan pojok baca. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif dalam program KKN Universitas PGRI Kanjuruhan Malang tahun 2025 dengan fokus pada pemetaan potensi desa, implementasi budidaya lele, pendirian pojok baca, serta penghijauan berbasis hidroponik. Hasil menunjukkan bahwa budidaya lele meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus pendapatan masyarakat, sementara pojok baca memperkuat literasi, pengetahuan praktis, dan budaya belajar berkelanjutan. Program penghijauan turut mendorong diversifikasi pangan dan kesadaran lingkungan. Sinergi kedua aspek ini efektif memperkuat kemandirian desa dan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai model pemberdayaan berbasis potensi lokal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2025