Daerah penelitian berada pada daerah Mangsang dan sekitarnya, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi arah persebaran batubara serta melakukan perhitungan sumberdaya batubara, penentuan peringkat (rank) batubara, dan kualitas batubara di daerah penelitian. Arah persebaran batubara dianalisis melalui metode pemetaan geologi permukaan dan analisis kualitas batubara berdasarkan hasil analisis ultimat dan analisis proksimat, sedangkan estimasi sumberdaya batubara dihitung menggunakan metode circular. Arah persebaran batubara pada daerah penelitian memiliki arah persebaran dominan berarah barat - timur. Lapisan batubara di daerah penelitian terbagi menjadi dua seam, yaitu seam up dengan ketebalan 1,4 meter sebagai seam termuda, dan seam low dengan ketebalan 1,6 meter sebagai seam tertua. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode circular, sumber daya batubara pada seam up terdiri atas 8,7 juta ton (tereka), 4,5 juta ton (tertunjuk), dan 1,5 juta ton (terukur). Sementara itu, pada seam low diperoleh estimasi sebesar 10 juta ton (tereka), 5,2 juta ton (tertunjuk), dan 1,7 juta ton (terukur). Batubara pada daerah penelitian merupakan Sub Bituminous Rank B. Hasil analisis proksimat dan ultimat menunjukkan bahwa batubara pada kedua seam memiliki kadar air yang relatif rendah, kandungan abu dan total sulfur dalam kategori sedang, serta karbon padat yang tergolong rendah. Dengan demikian, batubara ini memiliki potensi yang baik sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Berdasarkan Harga Batubara Acuan (HBA) Kategori II, estimasi keuntungan kotor dari seam up adalah sebesar Rp7.133.791.315.158 (tereka), Rp3.696.986.545.200 (tertunjuk), dan Rp1.231.277.889.114 (terukur). Sementara itu, pada seam low diperoleh estimasi keuntungan kotor sebesar Rp8.222.843.346.444 (tereka), Rp4.261.372.771.266 (tertunjuk), dan Rp1.419.246.026.604 (terukur). Kata kunci : Potensi sumberdaya batubara, Muara Enim ABSTRACT he research area is located in Mangsang and its surroundings, Bayung Lencir Sub-district, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The main objective of this research is to identify the direction of coal distribution and to calculate coal resources, determine the coal rank, and assess the coal quality in the research area.The direction of coal distribution is analyzed through surface geological mapping methods, and coal quality analysis is based on the results of ultimate and proximate analyses. Meanwhile, the estimation of coal resources is calculated using the circular method. The coal distribution in the research area has a dominant west–east orientation.The coal layers in the study area are divided into two seams, namely seam up with a thickness of 1.4 meters as the youngest seam, and seam low with a thickness of 1.6 meters as the oldest seam. Based on calculations using the circular method, coal resources in seam up consist of 8.7 million tons (inferred), 4.5 million tons (indicated), and 1.5 million tons (measured). Meanwhile, the estimated resources in seam low amount to 10 million tons (inferred), 5.2 million tons (indicated), and 1.7 million tons (measured).The coal in the research area is classified as Sub Bituminous Rank B. The results of proximate and ultimate analyses show that the coal in both seams has a relatively low moisture content, moderate ash and total sulfur content, and low fixed carbon. Thus, this coal has good potential to be used as fuel for Steam Power Plants (PLTU).Based on the Indonesian Coal Price Reference (HBA) Category II, the estimated gross profit from seam up is Rp7,133,791,315,158 (inferred), Rp3,696,986,545,200 (indicated), and Rp1,231,277,889,114 (measured). Meanwhile, for seam low, the estimated gross profit is Rp8,222,843,346,444 (inferred), Rp4,261,372,771,266 (indicated), and Rp1,419,246,026,604 (measured). Keywords : Coal Resource Potential, Muara Enim
Copyrights © 2025