UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar menghadapi krisis kapasitas listrik (345 kVA) yang mengakibatkan gangguan operasional (pemadaman, fluktuasi tegangan), dan penurunan kualitas layanan publik seiring ekspansi gedung menjadi 6.700 m². Tujuan pengabdian adalah meningkatkan kapasitas daya menjadi 555 kVA melalui pendampingan teknis terpadu guna menjamin keandalan sistem kelistrikan, kualitas layanan pengunjung, dan efisiensi energi. Metode pengabdian yang digunakan mengadopsi model kolaborasi kuadrupel-helix (akademisi, pemerintah, swasta, komunitas) dengan empat tahap kritis, yaitu: analisis kebutuhan, perencanaan teknis, supervise implementasi dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kapasitas Listrik sebesar 60,9% (555 kVA) dengan pemasangan trafo 630 kVA, kapasitor bank 170 kVAR serta perangkat pendukung berstandar PUIL. Kualitas daya listrik meningkat dengah indikator faktor daya naik 0,82 → 0,98, harmonisa turun 12% → 4,8%. Proyek ini menjadi bukti efektivitas pendampingan teknis akademisi berbasis data dalam transformasi infrastruktur publik, dengan model replikabel untuk fasilitas serupa di Indonesia.
Copyrights © 2025