PT. Varia Usaha Beton menghadapi fluktuasi permintaan produk beton yang berdampak pada ketersediaan stok, sehingga diperlukan metode peramalan yang akurat untuk mendukung perencanaan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan permintaan beton masonry dengan menerapkan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Data yang digunakan berupa penjualan periode Januari 2023 hingga Desember 2024, yang kemudian dianalisis melalui tahapan uji stasioneritas, identifikasi model menggunakan ACF dan PACF, estimasi parameter, serta evaluasi model berdasarkan Mean Square Error (MSE) dan uji normalitas residual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA (1,0,1) merupakan model terbaik dengan nilai MSE terkecil sebesar 1,06488 dan residual yang terdistribusi normal (p-value 0,150 > 0,05). Dengan demikian, metode ARIMA (1,0,1) terbukti efektif untuk memprediksi permintaan beton masonry dan dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan produksi serta pengendalian persediaan secara lebih akurat dan efisien
Copyrights © 2025