Tanaman aren (Arenga pinnata) memiliki peran multidimensional dalam kehidupan masyarakat Jawa, tidak hanya sebagai sumber pangan dan bahan baku industri rakyat, tetapi juga sebagai unsur penting dalam sejarah, budaya, religi-mitologi, dan toponimi. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri eksistensi dan peran tanaman aren dalam empat ranah tersebut di wilayah Jawa, khususnya Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis dan semiotik, melalui telaah pustaka terhadap prasasti, naskah kuno, data toponimi, serta tradisi lisan dan budaya material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman aren telah dikenal sejak abad ke-7 M dan digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti bahan minuman tradisional (lÄ•gíªn, tuak), motif batik (kawung), serta simbol religius dalam ritus Kapitayan dan Buddha TantrayÄna. Secara mitologis, aren dianggap sebagai penjelmaan Dewi UmÄ dan Dewi Tikanawati. Selain itu, ditemukan sedikitnya 79 toponimi di Pulau Jawa yang mengandung unsur nama aren atau variannya. Temuan ini menegaskan pentingnya tanaman aren tidak hanya dari sisi ekologis dan ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Penelitian ini merekomendasikan pelestarian tanaman aren dan penguatan edukasi berbasis etnobotani sebagai strategi pelestarian warisan budaya Jawa. Kata Kunci: aren; kawung; tuak; lÄ•gíªn
Copyrights © 2025