Penelitian ini meninjau dua puluh studi terbaru dalam sektor makanan dan minuman (F&B) untuk mengidentifikasi kesenjangan penelitian, persamaan metodologis, dan perbedaan fokus kajian. Berbagai isu strategis seperti digitalisasi, kinerja keuangan, kebijakan dividen, perilaku konsumen, serta kualitas sumber daya manusia menjadi sorotan utama. Meskipun sebagian besar penelitian menggunakan pendekatan regresi linier dan SEM, masih terdapat kekurangan dalam integrasi multidimensi antar variabel strategis. Gap signifikan juga ditemukan pada aspek pelatihan tenaga kerja, integrasi rantai pasok UMKM, dan pengaruh pandemi terhadap strategi bisnis. Temuan ini memberikan arahan bagi studi lanjutan yang lebih komprehensif dan kontekstual untuk mendukung pertumbuhan sektor F&B di Indonesia secara berkelanjutan dan berbasis bukti.
Copyrights © 2025