Penggunaan mesin berat merupakan sumber risiko keselamatan kerja utama di sektor manufaktur. Meskipun prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) formal telah ditetapkan, kecelakaan kerja masih kerap terjadi, menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis persepsi risiko dan upaya pengelolaan risiko dari sudut pandang pekerja yang mengoperasikan mesin berat di sektor manufaktur (khususnya pabrik pengolahan hasil bumi) di Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis dengan in-depth interview kepada 20 operator mesin, supervisor, dan Petugas K3. Hasil temuan mengidentifikasi adanya diskrepansi persepsi antara pekerja senior (menganggap risiko sebagai rutinitas) dan pekerja junior (lebih patuh prosedur). Hambatan utama pengelolaan risiko terletak pada tekanan target produksi, kurangnya pelatihan praktis berbasis simulasi, dan pengaruh budaya kerja yang mengedepankan kecepatan di atas keselamatan. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas K3 sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial pekerja, yang menuntut perubahan strategi K3 dari pendekatan compliance-based menjadi budaya K3 yang partisipatif dan berorientasi pada manusia.
Copyrights © 2025