Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang terbesar polusi akibat dari emisi atau zat buang yang dihasilkan pada proses pembakarannya. Parameter pencemar udara ambien yang dihasilkan oleh aktivitas sektor transportasi salah satunya yaitu Particulate Matter 10 (PM10). PM10 pada jangka panjang dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. Banyaknya pabrik-pabrik dan transportasi yang beraktivitas di Kecamatan Gunung Putri dapat memengaruhi kualitas udara di wilayah tersebut. Oleh karena itu, analisis pola sebaran konsentrasi PM10 di Jalan Raya Gunung Putri dengan pemodelan AERMOD perlu dilakukan. Hasil pengukuran langsung di lapangan diperoleh besarnya konsentrasi PM10 pada hari kerja berkisar antara 72,80 - 135,39 µg/m3 sedangkan pada hari libur berkisar antara 50,68 - 82,52 µg/m3. Sumber pencemar PM10 yang bergerak berasal dari kendaraan seperti motor, mobil, bus, dan truk. Jumlah kendaraan yang melintas menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya nilai konsentrasi PM10, semakin banyak kendaraan yang melintas konsentrasi PM10 juga akan meningkat. Pola sebaran konsentrasi PM10 dengan AERMOD View pada hari kerja berkisar antara 33,78 – 238,49 µg/m3 sedangkan pada hari libur berkisar antara 17,20 – 110,90 µg/m3 dengan arah angin bergerak dominan ke arah Tenggara. Konsentrasi PM10 di beberapa segmen jalan seperti segmen 1, segmen 2, dan segmen 6 tidak memenuhi baku mutu, yaitu lebih besar dari 75 µg/m3.
Copyrights © 2024