Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia. Namun, salah satu kendala utama dalam budidaya cabai adalah keterbatasan air dan rendahnya efisiensi penggunaan air dalam praktik pertanian tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem irigasi tetes terhadap pertumbuhan, produktivitas, dan efisiensi penggunaan air pada tanaman cabai merah, dibandingkan dengan metode irigasi manual (konvensional). Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua perlakuan, yaitu P1 (irigasi tetes) dan P2 (irigasi manual), masing-masing diulang lima kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat panen per petak, serta volume air yang digunakan. Data dianalisis menggunakan uji t untuk membandingkan hasil kedua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes (P1) menghasilkan rata-rata berat panen 42,5 kg/petak, lebih tinggi 25% dibandingkan irigasi manual (P2) yang hanya 33,9 kg/petak. Selain itu, penggunaan air pada P1 lebih hemat hingga 35% dibandingkan P2, dengan efisiensi air hampir dua kali lipat. Dengan demikian, irigasi tetes terbukti mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi penggunaan air.
Copyrights © 2024