Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap volatilitas Bitcoin pada negara-negara yang tergabung dalam G20. Sebagai aset digital yang semakin populer, Bitcoin menunjukkan karakteristik volatilitas yang tinggi dan sensitif terhadap berbagai indikator ekonomi makro. Dengan menggunakan data sekunder dari negara-negara anggota G20, penelitian ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif melalui metode analisis regresi panel untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial dari variabel inflasi dan suku bunga terhadap volatilitas harga Bitcoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dan suku bunga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap volatilitas Bitcoin. Secara parsial, kedua variabel tersebut juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap volatilitas Bitcoin di masing-masing negara. Di antara kedua variabel, inflasi ditemukan sebagai faktor yang paling dominan dalam memengaruhi fluktuasi harga Bitcoin. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi investor, regulator, dan pengambil kebijakan dalam memahami dinamika pasar kripto di tengah perubahan indikator ekonomi makro global.
Copyrights © 2025