Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku bullying yang terjadi dalam aktivitas pencak silat pada remaja serta mengungkap faktor penyebab dan dampaknya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 30 remaja anggota perguruan pencak silat tapak suci putra Muhammadiyah usia 13–18 tahun di wilayah Kota Gorontalo. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi langsung pada saat latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying muncul dalam tiga bentuk utama, yaitu verbal (ejekan, hinaan, ancaman), fisik (pukulan di luar instruksi latihan, dorongan, perlakuan kasar), dan psikologis (pengucilan, pemaksaan mengikuti perintah senior, intimidasi). Faktor dominan penyebab bullying adalah budaya senioritas, lemahnya pengawasan pelatih, serta dorongan individu untuk menunjukkan dominasi. Dampak yang ditimbulkan meliputi penurunan motivasi berlatih, munculnya kecemasan dan rasa takut, hingga keinginan untuk keluar dari perguruan. Temuan ini mengindikasikan bahwa bullying bukan hanya masalah sosial, tetapi juga ancaman terhadap keberlangsungan pembinaan atlet muda. Oleh karena itu, perlu adanya strategi preventif berbasis pendidikan karakter, regulasi internal perguruan, serta peran aktif pelatih dalam menciptakan lingkungan berlatih yang aman.
Copyrights © 2025