Tradisi Seren Taun merupakan upacara adat masyarakat Sunda yang mengandung nilai-nilai simbolik tinggi dalam setiap prosesi pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik dalam tradisi Seren Taun melalui pendekatan interaksionisme simbolik, yang menitikberatkan pada makna yang dibentuk melalui simbol-simbol yang terdapat pada Upacara Adat Seren Taun. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan proses pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen dalam upacara, seperti mesek pare, ngajayak, golek pare, dan penumbukkan padi memiliki makna simbolik yang dipahami bersama oleh masyarakat sebagai bentuk rasa syukur, gotong royong, dan pelestarian identitas budaya. Dengan demikian, Seren Taun tidak hanya menjadi peristiwa budaya, tetapi juga ruang interaksi yang merefleksikan konstruksi makna bersama dalam kehidupan sosial masyarakat Sunda.
Copyrights © 2025