Permintaan daging sapi meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, namun di Kecamatan Pematang Jaya, Langkat, peningkatan populasi sapi tidak signifikan. Data menunjukkan pada 2018-2019 populasi sapi meningkat hingga 1.400 ekor, tetapi pada 2019-2020 hanya naik 9 ekor, dan pada 2020-2021 naik 14 ekor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Aspek Ekonomi, Manfaat Sapi, Pengetahuan, dan Revenue terhadap adopsi teknologi inseminasi buatan (IB). Teknologi IB penting untuk meningkatkan produktivitas ternak, namun faktor-faktor yang memengaruhi adopsinya masih perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi peternak, serta metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menganalisis hubungan antar variabel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan sampel representatif. Hasil penelitian menunjukkan Aspek Ekonomi dan Revenue tidak berpengaruh signifikan terhadap adopsi IB, meskipun memiliki potensi keuntungan jangka panjang. Sebaliknya, Aspek Pengetahuan dan Manfaat Sapi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi teknologi IB. Peternak dengan pengetahuan lebih baik tentang teknologi IB dan yang menyadari manfaat genetiknya cenderung lebih terbuka untuk mengadopsi teknologi ini. Adopsi IB membutuhkan peningkatan pemahaman peternak untuk mencapai produktivitas yang optimal
Copyrights © 2025