Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemberdayaan wilayah pertahanan untuk meningkatkan kesadaran bela negara di Provinsi Jawa Timur guna menghadapi dinamika keamanan global dan ancaman non-militer seperti radikalisme, terorisme, dan ancaman siber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi, regulasi, dan implementasi pemberdayaan wilayah pertahanan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung stabilitas nasional. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya telah melaksanakan berbagai inisiatif, seperti program Rutilahu, pengurangan stunting, dan kampanye bela negara melalui program "Satu Sekolah Satu Babinsa" dan "Kampung Pancasila". Inisiatif ini melibatkan kerjasama antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan bela negara. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan wilayah pertahanan di Jawa Timur telah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran bela negara dan memperkuat kohesi sosial, namun masih diperlukan evaluasi berkelanjutan untuk mengoptimalkan program-program yang ada
Copyrights © 2025