Meningkatnya jumlah partisipasi perempuan dalam dunia kerja di Indonesia ternyata tidak banyak yang diimbangi dengan kesetaraan pembagian kerja dalam keluarga, khususnya keluarga yang masih berpengetahuan tradisional yang menjunjung konsep patriarki yang berujung perempuan memiliki peran ganda dalam rumah tangga. Penelitian kualitatif ini melibatkan 5 informan yakni perempuan ibu rumah tangga pencari nafkah utama yang bekerja sebagai pengemudi Gojek. Temuan penelitian ini ialah patraki dalam rumah tanga masih ditemukan meskipun ibu sudah menjadi tulang punggung keluarga. Patriarki yang terjadi merupakan hasil konstruksi pengetahuan tradisional yang membuat posisi peran perempuan dibawah laki-laki meskipun kondisi ekonomi telah mengubah fungsi anggota keluarga. Keadaan ini tentu membuat perempuan merasa terbebani dan dieksploitasi karena selain sebagi ibu yang mengurus urusan rumah tangga juga mereka berperan sebagai pencari nafkah utama tanpa adanya dukungan baik dari suaminya. Meskipun begitu, perempuan yang bekerja sebagai pencari nafkah utama dan sering kali menghadapi konflik peran dan tantangan fisik, mereka tetap melanjutkan perjuangan ini karena kesadaran akan tujuan besar mereka
Copyrights © 2025