Penelitian ini mengkaji literatur untuk menentukan bagaimana metakognisi memengaruhi kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal-jurnal berbeda menunjukkan bahwa sementara siswa dengan kemampuan rendah umumnya tidak memiliki rencana yang jelas dan jarang memeriksa kinerja mereka, siswa dengan kemampuan tinggi mampu melakukan semua aspek metakognisi, sementara siswa dengan kemampuan sedang hanya melakukan beberapa aspek, terutama buruk dalam evaluasi. Faktor lain adalah gender; siswa perempuan dievaluasi secara lebih konsisten daripada siswa laki-laki. Pembelajaran harus memasukkan taktik metakognitif karena metakognisi telah terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja dalam memecahkan masalah matematika.
Copyrights © 2025