Artikel ini membahas peran zikir dalam mengurangi kecemasan, dengan fokus pada pengalaman para praktisi Sufi modern. Kecemasan, sebagai respons emosional terhadap situasi yang penuh tekanan, dapat merugikan kesehatan mental dan fisik. Dalam konteks kehidupan modern, di mana ancaman seringkali bersifat psikologis, zikir dihadirkan sebagai solusi spiritual yang mampu memberikan ketenangan batin. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi makna, persepsi, dan pengalaman individu yang mempraktikkan zikir sebagai upaya mengatasi kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik zikir tidak hanya berfungsi sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai terapi spiritual yang efektif. Zikir membantu menstabilkan sistem saraf, mengurangi gejala kecemasan, dan menciptakan ruang hening batin. Penelitian ini juga mengintegrasikan temuan-temuan dari penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas zikir dalam mengelola stres dan meningkatkan kesehatan mental. Dengan demikian, zikir layak menjadi alternatif dalam strategi manajemen kecemasan, khususnya dalam konteks psikologi transpersonal dan pendidikan spiritual.
Copyrights © 2025