Defisiensi vitamin B1 (tiamin) merupakan masalah kesehatan global yang masih sering terabaikan, meskipun perannya sangat penting dalam metabolisme energi melalui jalur glukosa dan siklus Krebs. Kekurangan tiamin dapat menimbulkan manifestasi klinis beragam, mulai dari beriberi, sindrom Wernicke-Korsakoff, hingga gangguan metabolisme modern seperti gagal jantung dan komplikasi diabetes. Artikel ini bertujuan untuk meninjau implikasi klinis, metabolik, serta pendekatan terapeutik defisiensi vitamin B1 berdasarkan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis publikasi ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir yang diperoleh dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Hasil telaah menunjukkan bahwa defisiensi vitamin B1 berdampak luas pada sistem saraf, kardiovaskular, dan metabolisme glukosa, dengan risiko lebih tinggi pada populasi rentan seperti penderita alkoholisme, pasien dengan nutrisi parenteral, serta individu dengan penyakit kronis. Suplementasi tiamin, baik oral maupun intravena, terbukti efektif dalam mengurangi morbiditas, namun tantangan tetap ada dalam hal diagnosis dini, identifikasi biomarker yang sensitif, serta evaluasi cost-effectiveness program suplementasi di tingkat populasi. Kesimpulannya, defisiensi vitamin B1 masih menjadi masalah signifikan dengan implikasi klinis dan metabolik yang serius, sehingga diperlukan strategi pencegahan, diagnosis, dan terapi yang lebih komprehensif serta penelitian lanjutan mengenai biomarker dan efektivitas intervensi jangka panjang. Kata kunci: Vitamin B1, defisiensi tiamin, metabolisme energi, beriberi, terapi tiamin
Copyrights © 2025