ABSTRACTEarly childhood religious education plays a crucial role in shaping children's character, including mastering the hijaiyah letters as a foundation for reading the Quran. In Cikedung Village, limited access to early learning results in some children being unable to recognize the hijaiyah letters properly. This situation prompted university students to participate in community service through the Community Service Program (KKN), which systematically taught the hijaiyah letters. This study employed a descriptive qualitative method with observation, interviews, and documentation techniques to understand the educational role of students in the learning process. The results of the activity showed that students acted as teachers, motivators, and facilitators, presenting creative learning media. The methods used included Iqra', talaqqi, and a playful approach, which proved effective in increasing children's interest and ability to recognize and read the hijaiyah letters. The children's responses were very positive, marked by high enthusiasm, increased discipline, and growing motivation to learn the Quran. Obstacles encountered included differences in children's ability levels, limited time, and a lack of supporting facilities. Nevertheless, this activity succeeded in creating a pleasant learning atmosphere, increasing religious awareness, and fostering community togetherness. Thus, the role of students has proven significant in bridging the gap between teaching staff in rural areas and making a real contribution to improving children's religious literacy.Keywords: Students, Hijaiyah Letters, Community Service, Religious Education, Cikedung Village.ABSTRAKPendidikan agama sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, salah satunya melalui penguasaan huruf hijaiyah sebagai dasar membaca Al-Qur’an. Di Kampung Cikedung, keterbatasan akses pembelajaran dini menyebabkan sebagian anak belum mampu mengenal huruf hijaiyah dengan baik. Kondisi ini mendorong mahasiswa untuk berperan dalam pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan mengajarkan huruf hijaiyah secara sistematis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami peran edukatif mahasiswa dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa berperan sebagai pengajar, motivator, sekaligus fasilitator yang menghadirkan media pembelajaran kreatif. Metode yang digunakan meliputi Iqra’, talaqqi, dan pendekatan bermain, yang terbukti efektif meningkatkan minat dan kemampuan anak dalam mengenal serta membaca huruf hijaiyah. Respon anak-anak sangat positif, ditandai dengan antusiasme tinggi, peningkatan kedisiplinan, serta tumbuhnya motivasi belajar Al-Qur’an. Kendala yang ditemui antara lain perbedaan tingkat kemampuan anak, keterbatasan waktu, dan minimnya sarana pendukung. Meski demikian, kegiatan ini berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan kesadaran religius, serta menumbuhkan kebersamaan masyarakat. Dengan demikian, peran mahasiswa terbukti signifikan dalam menjembatani keterbatasan tenaga pendidik di pedesaan dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan literasi keagamaan anak.Kata Kunci: Mahasiswa, Huruf Hijaiyah, Pengabdian Masyarakat, Pendidikan Agama, Kampung Cikedung
Copyrights © 2025