Riset ini dilatarbelakangi oleh minimnya karakter beberapa peserta didik di SMK Negeri 65 Jakarta. Sementara tujuan riset ini untuk membahas peran guru dalam membentuk karakter peserta didik di sekolah sebagai bagian dari pendidikan yang menyeluruh. Guru tidak sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi juga menjadi teladan, motivator, dan pembimbing dalam membentuk karakter siswa. Riset ini memakai metode kualitatif, adapun teknik penghimpunan data yang dipakai yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi hasil dari riset ini yaitu berbagai strategi telah di terapkan seperti integrasi nilai karakter dalam pembelajaran,pemberian reward dan punisment, serta pelaksanaan program rutin seperti P5, jumat sehat dan jumat taqwa. Meskipun menghadapi tantangan seperti pengaruh teman sebaya, kurangnya perhatian orang tua, dan belum maksimalnya kerjasama antar guru dan lain sebagainya. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan positif dalam perilaku siswa manakala ada keteladanan yang dicontohkan guru yang akhirnya menginspirasi peserta didik untuk punya karakter yang baik. Maka itu dibutuhkan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan pembentukan karakter peserta didik, karena bagaimanapun pembentukan karakter peserta didik tidak dapat hanya disandarkan sepenuhnya ke pundak guru di sekolah. Pada sisi lain peran masyarakat sebagai sektor pendidikan non-formal juga harus aktif mengambil bagian agar terjalin kesinergian tri pusat pendidikan, yakni pendidikan informal, formal dan non formal dalam rangka upaya membentuk karakter peserta didik secara maksimal.
Copyrights © 2025