AbstractThis research is a field research that tries to explain the community's view of Javanese ethnic women who are widows, analyze the stages of liminality and analyze the impact of liminality experienced by Javanese women who are widows in Sambirejo Timur Village, Deli Serdang Regency. This study used a qualitative research method with an ethnographic approach. Data collection techniques in this study were carried out by participant observation, in-depth interviews and documentation. The analysis technique used in this study is the 5 (five) stages of ethnographic writing. The results showed that the community's views on Javanese ethnic women with widow status varied, some gave positive and negative views, while the causes of society still gave negative views of widows due to cultural factors, historical factors, educational factors, and age factors. The Liminality Stage experienced by Javanese ethnic women is in the status of the separation stage, namely the stage of separation of the subject from society. The liminal stage which is full of confusion and the reaggregation stage is the stage where the subject returns to its original state back to the family, society and the general public. The impact of liminality experienced by Javanese ethnic women in the village of East Sambirejo, the negative impact is the temptation of nose men, lack of confidence in running life, and the psychological impact of depression, while the positive impact felt by widows with liminality they consider themselves to be women tough and independent.Keywords: Liminality, Women, Javanese Ethnicity, Widows, ImpactAbstrakPenelitian ini merupakan penelitian lapangan yang mencoba menjelaskan pandangan masyarakat tentang perempuan etnis Jawa yang berstatus janda, menganalisis tahapan terjadinya liminalitas dan menganalisis dampak liminalitas yang dialami perempuan etnis Jawa berstatus janda di Desa Sambirejo Timur Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis 5 (lima) tahapan menulis etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap perempuan etnis Jawa berstatus janda berbeda-beda ada yang memberikan pandangan positif dan negatif, adapun faktor penyebab masyarakat masih memberikan pandangan negatif kepada janda karena adanya faktor budaya, faktor historis, faktor pendidikan, dan faktor usia. Tahapan Liminalitas yang dialami perempuan etnis Jawa berstatus tahapan separasi yaitu tahapan pemisahan subjek dari masyarakat. Tahapan liminal yang penuh akan kebingungan dan tahapan reaggregation tahapan dimana subjek kembali pada keadaan semula kembali pada keluarga masyarakat dan khalayak umum. Dampak liminalitas yang dialami perempuan etnis Jawa di desa Sambirejo Timur, dampak negatifnya yaitu Godaan laki-laki hidung, tidak percaya diri dalam menajalankan kehidupan, dan dampak psikologi berupa depresi, sedangkan dampak positif yang di rasakan janda dengan adanya liminalitas mereka menganggap dirinya menjadi sosok perempuan yang tangguh dan mandiri.Kata Kunci: Liminalitas, Perempuan, Etnis Jawa, Janda, Dampak***
Copyrights © 2023