Sangat penting memeriksa hasil uji ekstraksi campuran aspal untuk menentukan penyebab hilangnya kandungan aspal selama ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar aspal hasil ekstrasi campuran aspal AC-WC pada sampel material di laboratorium, untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan hasil kadar aspal pada jenis pelarut yang berbeda, untuk mengetahui hubungan grafik pengujian gradasi agregat tehadap nilai kadar aspal berdasarkan dua jenis pelarut yang berbeda dan untuk mengetahui efektifitas dari dua jenis pelarut untuk pengujian esktrasi kadar aspal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstraksi. Berdasarkan hasil penelitian ekstraksi kadar aspal dari enam sampel dengan dua jenis pelarut yang berbeda didapatkan nilai kadar aspal dari hasil pengujian ekstraksi menggunakan pelarut trichlorethylene dan pertalite berturut-turut rata-rata dari tiga sampel yaitu 6,35% dan yaitu 6,01%. Pengujian menggunakan trichloroethylene menghasilkan kadar aspal lebih tinggi dan mendekati spesifikasi Bina Marga 2018. Selain itu, pengujian ekstraksi menggunakan pelarut trichloroethylene juga lebih efektif dan menghasilkan kadar aspal yang akurat.
Copyrights © 2025