Fasad bangunan memainkan peran penting dalam desain arsitektur sebagai elemen pelindung serta representasi identitas bangunan. Dalam konteks keberlanjutan, penerapan konsep eco technology dalam desain fasad menjadi fokus utama untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan prinsip-prinsip eco technology pada Gedung BAZNAS Karanganyar, yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan dan distribusi zakat, infaq, dan sedekah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Gedung ini tidak hanya menjadi tempat pelayanan administratif, tetapi juga berfungsi sebagai ruang konsultasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi umat melalui berbagai program sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif berdasarkan data primer, berfokus pada enam prinsip eco technology, yaitu Structural Expression, Sculpting with Light, Energy Matters, Urban Responses, Making Connections, dan Civic Symbolism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung BAZNAS telah mengimplementasikan prinsip-prinsip tersebut dengan baik, melalui desain fasad yang efisien dalam penggunaan energi, pencahayaan alami, serta respons terhadap konteks urban dan sosial. Meski demikian, disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan energi terbarukan dengan cara penambahan panel surya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan desain bangunan yang lebih nyaman, hemat energi, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025