Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Evaluasi Toilet Disabilitas pada SLB N Karanganyar Fokus pada Pengguna Kursi Roda Janati, Zellika Intan; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang disabilitas, terutama mereka yang menggunakan kursi roda, mengalami keterbatasan akses terutama dalam layanan publik, seperti toilet. Toilet adalah fasilitas sanitasi penting untuk keperluan BAB atau BAK, serta mencuci tangan dan wajah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami aktivitas penyandang disabilitas kursi roda dalam menggunakan toilet dan mengevaluasi kualitas toilet disabilitas di SLB N Karanganyar. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan deskriptif dengan kombinasi antara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan sistem studi literatur serta observasi. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa aktivitas disabilitas kursi roda dalam menggunakan toilet masih perlu adanya bantuan orang lain dan belum dapat melakukannya secara mandiri kemudian berdasarkan PerMenPUPR Republik Indonesia No14/PRT/M/2017,PerMendikbud RI No.22 Tahun 2023 dan Keputusan MenKes RI No.1429/MENKES/SK/XII/2006 skor presentase penilaian toilet SLB N Karanganyar yang memenuhi standar teknis sebesar 20%, lalu skor presentase penilaian toilet SLB N Karanganyar yang fasilitas yang belum dan tidak memenuhi teknis sebesar 80%. Sehingga dapat dikatakan bahwa toilet SLB N Karanganyar belum ramah terhadap disabilitas kursi roda.
Analisa Kenyamanan Visual Sudut Pandang Penonton pada Layout Tempat Duduk Gedung Teater Kabupaten Karanganyar Kusumawardani, Fahrillia Ayu; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu bagian dari keberagaman di Indonesia, seni pertunjukan menjadi bagian yang penting dan terus berkembang. Untuk mendukung keberagaman ini maka dibutuhkan gedung seni pertunjukan atau gedung teater yang mampu mendukung kenyamanan dan keamanan penggunanya. Salah satunya Gedung Teater Bhineka Tunggal Ika Kabupaten Karanganyar. Gedung yang berada di kawasan kompleks gedung kebudayaan ini semestinya mampu memberikan kenyamanan terutama pada kenyamanan visual sudut pandang dari penonton. Tujuan dari penelitian ini sendiri yaitu untuk mengetahui kondisi kenyamanan sudut pandang penonton sudah sesuai dengan standar dan tingkat kenyamanan yang ada. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuatitatif dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis keadaan di lapangan dengan komparasi literatur review dengan hasil observasi langsung. Dengan hasil yang diperoleh bahwa Gedung Teater Karanganyar untuk kondisi kenyamanan visual sudut pandang penonton masih dalam kategori nyaman. Namun, masih perlu adanya pemaksimalan pada beberapa hal.
Analisa Kenyamanan Rumah Subsidi Instan Panel (RUSPIN) PB. Mandiri Karanganyar Aqliansyah, Muhammad Rizky Aljunar; Yoyok, Y; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RUSPIN (Rumah Subsidi Intan Panel) merupakan program yang dikembangkan pemerintah khususnya di daerah karanganyar untuk masyarakat yang belum mempunyai rumah tinggal atau hunian sendiri, program ini ditujukan kepada mereka yang sudah menikah atau sudah berkeluarga namun belum memiliki hunian pribadi. Dalam penelitian ini permasalahan yang diambil yaitu dalam lingkup kenyamanan hunian RUSPIN dengan dibandingkan dengan teori-teori tentang kenyamanan secara umum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta didukung dengan observasi secara langsung, dokumentasi untuk membuktikan secara visual dari hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aspek-aspek yang mempengaruhi kenyamanan yaitu Fisiologis, Spatial, Fungsional serta Psikologis dalam rumah RUSPIN mendapat kesimpulan bahwa kenyamanan dalam hunian sudah baik. Dalam aspek fungsional, beberapa ketidaksesuaian dengan standar ditemukan, terutama terkait penggunaan plafond dan kesesuaian fungsi ruang dengan konsep rancangan awal. Ruangan serbaguna, awalnya direncanakan untuk Kamar Tidur Anak, dan ruang bersama yang semula dijadikan Ruang Tamu serta Dapur, mengalami perubahan fungsi. Meskipun perubahan ini dapat dianggap sebagai peningkatan karena bertambahnya fungsi ruangan, namun pemasangan plafond menimbulkan kendala finansial karena mengandalkan swadaya pribadi. Oleh karena itu, masih terdapat ketidaksesuaian dengan standar fungsional bangunan yang berlaku.
Pengaruh Rancangan Material Akustik terhadap Kebisingan dan Waktu Reverberasi Auditorium Teater Karanganyar Gayo, Syah Abdan Syakur; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karanganyar, seperti daerah lainnya di Indonesia, memiliki kebutuhan untuk meningkatkan kualitas fasilitas publiknya, termasuk gedung teater. Di mana pada gedung teater sendiri sangat memerlukan kondisi akustik ruang yang baik untuk memperoleh pengalaman pertunjukan yang berkualitas. Parameter akustik tentang kebisingan dan waktu reverberasi (RT) ruang menjadi hal yang penting untuk meningkatkan kualitas akustik ruang dimana material penutup bidang yang berkaitan dengan angka koefisien absorbsi dan refleksi sangat berpengaruh dalam menentukan besaran RT serta dapat mengurangi angka kebisingan pada suatu ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan material akustik terhadap pengurangan kebisingan dan penyesuaian RT pada kondisi sebelum dan sesudah material diterapkan. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data melalui pengukuran kebisingan dan pengukuran luasan bidang material serta observasi kemudian dilakukan perhitungan dan analisis sebelum dan sesudah menerapkan material akustik pada ruangan untuk mencapai standar yang diperkenankan. Di mana kebisingan yang disyaratkan berada pada angka 30-40 dB, dan waktu reverberasi pada angka ≤1,2 – 1,9 detik. Di mana hasil perhitungan yang diperoleh sebelum penerapan material akustik tidak memenuhi pada kedua parameter akustik yang dihitung, sedangkan setelah penerapan material akustik, parameter waktu reverberasi ruang dapat terpenuhi namun parameter kebisingan yang disyaratkan belum dapat terpenuhi, hanya mengalami penurunan.
Evaluasi Penataan Lingkungan Kelas Tunagrahita Ditinjau dari Aspek Teknis (Studi Kasus: SLB Negeri Karanganyar) Muktar, Aditya Syahreza; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan fisik kelas memiliki pengaruh terhadap semangat dan prestasi belajar siswa. Semakin baik dan nyaman kondisi lingkungan fisik kelas maka semangat siswa untuk belajar akan naik yang akan berpengaruh terhadap prestasi dan kesehatan mental siswa tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi aspek teknis yang berpengaruh terhadap prinsip penataan lingkungan kelas yaitu visibility, accessibility, flexibility, kenyamanan, dan keindahan. Analisis dilakukan berdasarkan aspek teknis ke depannya pelaksanaan pendidikan inklusif dapat dilaksanakan dengan baik. Hasil akhir dari penelitian ini adalah terdapat beberapa aspek teknis yang berpengaruh terhadap prinsip penataan lingkungan, yaitu dimensi ruang kelas yang berpengaruh terhadap visibility, accessibility, dan fleksibility ruang; ukuran perabot dan formasi tempat duduk yang berpengaruh terhadap visibility, accesbility, dan fleksibility ruang; lokasi bukaan yang berpengaruh terhadap visibility, dan kenyamanan ruang; material yang berpengaruh terhadap fleksibility dan kenyamanan ruang; serta warna interior yang berpengaruh terhadap kenyamanan visual dan psikologis siswa tunagrahita. Penataan lingkungan kelas yang baik akan mendorong siswa untuk dapat semangat dalam belajar dan meraih prestasi.
Penerapan Teori Carr (1995) pada Kualitas Ruang Publik Studi Kasus Alun-Alun Karanganyar Athif, Ulya Zayan; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-alun sudah ada sejak zaman Kerajaan Jawa, sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap ruang terbuka publik yang mencakup berbagai macam kegiatan dari kegiatan berniaga hingga kegiatan administrasi Kawasan (Carmona, et al, 2003), begitu juga dengan keberadaan Alun-alun Karanganyar. Seiring dengan perkembangan, perubahan fisik ruang terbuka publik sekarang menjadi suatu bentuk kebutuhan gaya hidup di wilayah/kawasan tertentu. Hal ini juga memicu perkembangan pedagang kaki lima (PKL) yang terlihat mencolok di area Alun-alun Karanganyar. Disamping sisi positif berupa aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, timbul permasalahan berlanjut berupa eksternalisasi lingkungan fisik dan sosial pada ruang terbuka publik. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh pola aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) terhadap kualitas ruang publik Alun-alun Karanganyar. Hal itu penting dikaji dan dievaluasi agar dapat menilai serta merekomendasi strategi pengembangan, terutama penataan PKL sebagai bentuk respon memenuhi kebutuhan masyarakat Karanganyar sebagai ruang publik yang berkualitas agar fungsi alun-alun dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini berdasarkan setting fisik di Alun-alun Karanganyar menggunakan metode kualitatif rasionalistik dengan teori Carr (1995) dan Behavior Mapping. Waktu penelitian dilaksanakan pada Pagi, Siang, Sore, dan Malam baik di hari kerja (weekday) maupun akhir pekan (weekend). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada kesinambungan antara pola aktivitas PKL terhadap kualitas ruang public di Alun-alun Karanganyar.
Identifikasi Kenyamanan Layout sebagai Standar Minimal Ruang Gerak dalam Keterbatasan Ruang pada Rusunawa Brujul Wibisono, Luqman Hakim; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah hunian yang dapat memenuhi kebutuhan penghuninya sebagai tempat tinggal sangat diperlukan. Untuk mencapai hal tersebut, setidaknya tempat tinggal harus dapat memenuhi kriteria dalam ruangan seperti pemenuhan ruang gerak dalam ruang. Seringkali banyak hunian dengan luas terbatas memiliki permasalahan tersebut, seperti contohnya rumah susun. Maka dari itu dilakukan sebuah penelitian untuk mengidentifikasi pemenuhan kriteria kenyamanan yang berdasarkan standar minimal dalam keterbatasan ruangan hunian pada sebuah Rusunawa Brujul, di Karanganyar. Dengan mengetahui kriteria pada ruang Rusunawa Brujul ini, diharapkan dapat memberikan solusi sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan kepada penghuninya. Dalam penilitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan melakukan observasi objek rusunawa dan melakukan sebuah interview terhadap penghuni rusunawa. Selain itu, analisis luas ruangan yang terbatas sebagai pemenuhan ruang gerak dalam ruang yang mengacu pada standar minimal ruangan. Juga dilakukan simulasi tentang layout ruangan yang dapat memaksimalkan kegiatan dalam ruangan. Setelah melakukan penelitian ini ditemukan beberapa hasil dalam hunian pada Rusunawa Brujul, seperti sebuah hasil simulasi layout ruang untuk pemenuhan standar hunian pada rusunawa.
Desain Ergonomi Dapur Rumah Teduh berdasarkan Antropometri Pengguna Alfaris, Mohammad Wisam; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dapur merupakan salah satu ruang penting dalam rumah yang memiliki fungsi utama sebagai tempat memasak. Salah satu masalah yang terjadi di dapur ada ketidaksesuaian antara dimensi dapur dengan tubuh pengguna, yang dapat mengakibatkan kelelahan dan risiko cedera. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi dimensi dapur yang ergonomis, berdasarkan data antropometri pengguna utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, yang mencakup analisis kualitatif dan kuantitatif. Pengukuran data antropometri dilakukan kepada individu lain yang memiliki postur tubuh yang mirip dengan klien, dikarenakan keterbatasan akses. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan studi literatur terkait standar dimensi, tipologi, prinsip desain dapur, dan prinsip ergonomi sebagai data pendukung. Variabel yang diukur dalam penelitian ini meliputi tinggi badan, jangkauan lengan ke atas, depan dan sampung, tinggi bahu, tinggi siku, tinggi pinggul, dan tinggi lutut. Selanjutnya, data yang diperoleh akan dianalisis untuk menentukan dimensi dapur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi dimensi dapur yang ideal dapat dirancang berdasarkan kebutuhan spesifik pengguna dengan mempertimbangkan antropometri dan prinsip ergonomi.
Analisis Pencahayaan Ruang Kelas Kampus ITB-MG Lantai-3, Grobogan menggunakan Simulasi DIALux Evo Hartanto, Indra; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencahayaan ruang kelas di ITB-MG Grobogan menggunakan simulasi DIALux Evo. Pencahayaan yang baik adalah elemen krusial dalam desain arsitektur yang mempengaruhi kenyamanan dan produktivitas pengguna ruang, terutama di lingkungan belajar. Penelitian ini mengidentifikasi dua masalah utama: (1) kualitas pencahayaan alami di ruang kelas, dan (2) Bagaimana cara mengoptimalkan pencahayaan alami untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik? Hasil observasi menunjukkan bahwa intensitas cahaya di ruang kelas I sering melebihi standar SNI 6197-2020, dengan nilai maksimum mencapai 3080 lux, sedangkan pada bulan Desember intensitas cahaya menurun menjadi 1393 lux akibat musim hujan. Ruang kelas ll dan lV hampir memenuhi standar namun pada bulan Desember intensitas cahaya menurun mencapai 274 lux. Ruang kelas III menunjukkan kekurangan pencahayaan, dengan intensitas terendah 90 lux. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pencahayaan di beberapa ruang kelas tidak memenuhi standar yang ditetapkan, yang dapat menyebabkan ketegangan mata dan gangguan konsentrasi. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk perancangan pencahayaan yang lebih efisien dan nyaman dengan memaksimalkan penggunaan pencahayaan alami.
Pendekatan Desain Rumah Subsidi pada Disabilitas Tuna Daksa Akbar, Reza Syah; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang disabilitas, yang mencakup sekitar 15% populasi global, menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk akses terhadap hunian layak dan inklusif. Di Indonesia, terdapat 16,5 juta penyandang disabilitas pada 2022, namun banyak rumah subsidi yang belum memenuhi standar aksesibilitas bagi kelompok ini. Sebagian besar perencanaan hunian tidak memperhatikan prinsip desain inklusif, sehingga mengakibatkan keterbatasan aksesibilitas, minimnya fasilitas yang mendukung mobilitas, dan ketiadaan jalur khusus seperti ramp. Rumah subsidi merupakan program pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, namun implementasinya seringkali mengabaikan kebutuhan disabilitas. Padahal, dengan pendekatan desain yang tepat, rumah subsidi dapat mendukung kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas tanpa menambah biaya konstruksi secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter desain rumah subsidi inklusif, khususnya bagi penyandang tuna daksa, melalui kajian prinsip desain universal, ergonomi, dan antropometri. Hasilnya diharapkan dapat memberikan panduan desain dan solusi arsitektural yang aplikatif. Dengan desain yang inklusif, rumah subsidi tidak hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga menciptakan lingkungan yang ramah, mendukung kemandirian, dan meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas, khususnya tuna daksa. Hal ini relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mendorong kesetaraan dan inklusivitas. Elemen penting dalam desain ini meliputi ruang yang memungkinkan penggunaan kursi roda dengan radius putar minimal 1,5 meter, ramp dengan kemiringan maksimal 7° dilengkapi railing, pintu lebar minimal 90 cm, handrail di dinding, serta fasilitas mandi dan kloset yang sesuai standar ergonomis. Implementasi desain inklusif ini tidak hanya menciptakan hunian yang nyaman dan aman, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif dan meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.